Apa Pengertian Amanah? Ini Menurut Penjelasannya.
![]() |
| Amanah |
Apa Pengertian Amanah? Menurut Penjelasannya.
Amanahtoto - Islam telah mengadopsi empat sifat penting bagi Nabi SAW, salah satunya adalah amanah. Dia memiliki kualitas ini dalam pekerjaannya menjaga tauhid dan menyebarkan ajaran Islam. Karena itu, Rasulullah SAW menjalankan perintahnya dengan baik.
۞ إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحْكُمُوا۟ بِٱلْعَدْلِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعًۢا بَصِيرًا
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
Apa arti kepercayaan
Mengutip dari Ensiklopedi Aklak Rasulullah karya Syekh Mahmud Al-Mishri, amanah berasal dari kata amana-ya'manu-amaanahatan yang artinya percaya. Menurut Al-Kafuwi dalam Kitab Al Kulliyat, amanah berarti segala sesuatu yang Allah SWT perintahkan kepada manusia. Dikatakan juga bahwa kepercayaan adalah amanah yang diberikan kepada orang. Definisi amanah mencakup wilayah yang luas, tidak hanya dalam agama, tetapi juga dalam kehormatan, harta, tubuh, pengetahuan, rahasia, panca indera dan banyak lainnya.
Kepercayaan Tuhan Bagi Umat Manusia
Amanah merupakan titipan yang pasti disimpan dan tidak dapat diingkari. Terutama amanah yang diberikan oleh Allah SWT kepada umat manusia yang merupakan kewajiban agama.
Allah SWT memberikan amanah agama sebagai rukun Islam, agar hamba-Nya dapat menunaikannya. Tetapi kebanyakan dari mereka tidak dapat menjalankan tugasnya, dan orang-orang yang ceroboh mengabaikannya. Padahal manusia telah bersepakat untuk menunaikan perintah-Nya. Perintah Allah SWT yang agung kepada umat manusia, terbukti langit, bumi, dan gunung-gunung pun tidak dapat memenuhinya. Seperti dalam Surat Al-Ahzab 72:
اِنَّا عَرَضْنَا الْاَمَانَةَ عَلَى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَالْجِبَالِ فَاَبَيْنَ اَنْ يَّحْمِلْنَهَا وَاَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْاِنْسَانُۗ اِنَّهٗ كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلًاۙ
Artinya: Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya. Lalu, dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya ia (manusia) sangat zalim lagi sangat bodoh.
Nabi mengatakan dalam hadits Anas bin Malik RA yang mengatakan:
لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ وَلَا دِينَ لِمَنْ لَا عَهْدَ لَهُ.
Artinya: "Tidak sempurna keimanan bagi orang yang tidak amanah, dan tidak sempurna agama seseorang bagi yang tidak memenuhi janji." (HR Ahmad)..

Komentar (0)
Posting Komentar
Cancel